Diskusi Para Ahli

9:21 pm in Jaringkawan by Webmaster Jaringkawan

Secara khusus dalam hal penanganan bencana aspek psikososial dan kesehatan jiwa, ada beberapa isu utama terkait dengan hal tersebut, baik yang diungkapkan oleh para pekerja kemanusiaan maupun berdasarkan pemberitaan di media massa yaitu:

  1. belum terbangunnya mekanisme koordinasi yang memadai antar berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan pasca bencana; berbagai pihak yang dimaksud adalah pemerintah, masyarakat, organisasi non pemerintah [lokal, nasional, internasional] serta sejumlah pihak lain
  2. adanya variasi yang besar dalam hal pengetahuan dan keterampilan para pekerja kemanusiaan yang berdampak pada kualitas penanganan yang diberikan
  3. aspek psikososial dan kesehatan jiwa belum dianggap menjadi aspek yang penting dan terintegrasi dengan sejumlah aspek lain dalam penanganan bencana, misalnya: dalam layanan gizi dan kesehatan, penyediaan air dan sanitasi, bantuan logistik serta penyediaan tempat penampungan, dan aspek-aspek yang lain.
  4. masih rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai sejumlah hal terkait dengan aspek-aspek penanganan bencana, termasuk aspek psikososial dan kesehatan jiwa.

Sebagai tanggapan atas hal ini, Unika Atma Jaya dan Caritas Germany ingin menginisiasi suatu langkah yang bisa menanggapi isu-isu tersebut secara tepat. Berdasarkan hal ini, maka pada tanggal 28 Januari 2009, Unika Atma Jaya memfasilitasi sebuah pertemuan konsultatif dengan sejumlah pakar di bidang Psikososial dan Kesehatan Jiwa dalam penanganan bencana. Para ahli yang hadir adalah: Anastasia Heni (CWS), dr. Suryo Dharmono dan dr. Hervita Diatri (Departemen Psikiatri FK-UI), Bhava Poudyal (ICMC), dr. Eka Viora (Departemen Kesehatan), Dicky Pelupessy (Puskris Fpsi-UI), Irma Martam (PULIH), dan Lukman Sriamin (HIMPSI).

Dalam pertemuan konsultatif ini, Unika Atma Jaya melemparkan beberapa idenya untuk dikritisi bersama dengan para pakar tersebut. Pembahasan pun mengerucut pada ide untuk membentuk jejaring kerja di antara pihak-pihak yang terlibat di bidang psikososial dan kesehatan jiwa dalam penanganan bencana. Beberapa prinsip utama tentang jejaring ini pun dimunculkan dalam pertemuan tersebut, diantaranya adalah:

  1. tujuan jejaring adalah memfasilitasi kebutuhan anggotanya
  2. jejaring akan berfungsi sebagai wadah eksistensi anggota (sesuai representasi lembaganya masing-masing)
  3. cakupan jejaring adalah psikososial dan kesehatan jiwa
  4. jejaring akan dibangun bertahap, dimulai dengan orang-orang yang dikenal dahulu. Setelah solid baru melibatkan pihak-pihak lain
  5. Peran keanggotaan jejaring harus fleksibel
  6. Dalam jejaring perlu ada core team sebagai motor dan sistem pendukung untuk working group
  7. Anggota jejaring meliputi pihak yang punya jalur dengan pembuat kebijakan (pemerintah) dan pekerja kemanusiaan di bidang psikososial, penanganan bencana, dan psikososial & kesehatan jiwa dalam penanganan bencana

Ide-ide ini akan ditindaklanjuti dalam pertemuan dengan lebih banyak para pekerja kemanusiaan di bidang tersebut, yang diyakini bersama memang memerlukan adanya jejaring kerja ini. (sek-pjej)