Laporan Situasi Gempa Padang, Sumatra Barat, Indonesia

11:09 am in Jaringkawan by Webmaster Jaringkawan

Oleh: Pelayanan Kemanusiaan Konferensi Waligereja Indonesia

Gempa kuat kembali mengguncang Kota Padang di Sumatera Barat pada Rabu, 30 September 2009 pk. 17.16 WIB. Gempa dengan kekuatan 7,6 SR juga dirasakan hingga Aceh dan Liwa di Propinsi Lampung. Sumber dari BMKG menyebutkan bahwa gempa dengan intensitas 6–7 MMI dialami di Padang, 4 MMI di Sibolga dan Gunung Sitoli, 3-4 MMI di Bengkulu, Bukit Tinggi, Tapanuli Selatan, Muko-Muko dan Liwa. 2–3 MMI di Duri-Riau dan Pekan Baru. Di Jakarta, akibat gempa tersebut dirasakan 2-3 MMI.

Informasi yang dikumpulkan dari media pada Rabu (30/9/2009), dilaporkan bahwa sekitar 75 orang tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa. Kota Padang yang berjarak 1 jam perjalanan dari pusat gempa di Padang Pariaman mengalami kerusakan cukup parah.

Di Padang, gempa merusak banyak rumah, gedung, memutus jalur telekomunikasi, dan merusak jembatan. Salah satu gedung yang mengalami kerusakan parah yakni Rumah Sakit M. Jamil. Lantai II gedung di bagian depan rumah sakit tersebut, terlihat amblas dan rata dengan tanah. Belum diketahui apakah ada korban jiwa akibat runtuhnya bagian gedung rumah sakit tersebut. Gempa juga menyebabkan kebakaran di Pasar Raya Padang dan beberapa rumah penduduk.

Kepanikan juga terjadi di beberapa kota di Sumatera Barat. Dari Sawah Lunto dilaporkan gempa terjadi hampir lima menit, sesaat setelah gempa aliran listrik padam, dan banyak warga memilih tinggal di luar rumah. Di Pariaman, banyak rumah rusak akibat gempa, aliran listrik mati, warga mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi, dan wilayah Pariaman dilanda hujan deras. Selain itu, dilaporkan pula jalur darat yang menghubungkan Kota Padang dan Panjangpanjang terputus akibat gempa bumi ini.

Bandara Internasional Minangkabau yang menutup operasionalnya, mulai jam 21.45 yang lalu mulai beroperasi kembali dan rencananya sudah ada satu pesawat dari Jakarta yang akan mendarat membawa bantuan.

Menurut kontak Karina KWI di Kogami, kebutuhan yang mendesak sekarang adalag tim evakuasi dan peralatan berat untuk evakuasi karena masih ada beberapa orang yang terperangkap di dalam gedung. Selain itu, tenda-tenda darurat juga dibutuhkan karena banyak warga yang tinggal di luar rumah dan sekarang hujan lebat.